Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Kesehatan. Tampilkan semua postingan
Selasa, 11 September 2012
Kawasaki Virus
Setelah digegerkan virus flu burung, kini, masyarakat dikejutkan dengan adanya virus Kawasaki. Virus Kawasaki yang menyerang seorang anak dan dirawat di RS Harapan Kita tidak perlu terlalu dikhawatirkan mengingat virus tersebut sangat langka di Indonesia. Dan, menurut Menkes Siti Fadillah Supari, virus Kawasaki ini selalu ada, tapi bisa diobati.
"Virus Kawasaki itu memang selalu ada. Itu virus biasa. Tapi, pada orang-orang tertentu, ada yang mengakibatkan reaksi imunologis yang akan berefek pada jantung," kata Menkes kepada wartawan usai silaturahmi bersama pejabat eselon I Depkes dengan pemimpin media massa di Hotel Twin Plaza, Slipi, Jakarta, beberapa waktu lalu.
Anak yang dirawat di RS Harapan Kita memang memiliki gejala klinik yang mirip virus Kawasaki. Virus yang pertama kalinya muncul di Jepang ini, menimpa anak dan berkomplikasi dengan pembuluh darah jantung. "Kemarin yang di Harapan Kita itu, tampaknya begitu. Tapi ini bisa diobati," lanjut Menkes. Kasus virus Kawasaki ini masih sedikit di Indonesia. Tahun lalu, tercatat ada dua orang yang terkena virus ini.
Demam Tinggi, Waspadalah!
Lalu, apa sih virus kawasaki itu atau dalam dunia medis dikenal dengan Sindrom Kawasaki atau sindrom kelenjar getah bening Mukokutaneus, Sindrom ini merupakan suatu penyakit non-spesifik, tanpa agen infeksius tertentu. Penyakit ini menyerang penderita pada bagian selaput lendir, kelenjar getah bening, lapisan pembuluh darah dan jantung. Penyebab pasti dari Sindrom Kawasaki hingga saat ini belum diketahui. Namun diperkirakan penyebabnya toksin superr antigen bakteri yang dikeluarkan staphylococcus aureus atau oleh grup A. streptococci, demikian menurut uraian Dr. Susilo, spesialis anak.
Penyakit ini pertama kali ditemukan di Jepang sekitar tahun 1960-an. Dan, penyakit inipun menyerang anak berumur 2 bulan sampai S tahun dan 2 kali lebih Bering ditemukan pada anak laki-laki, lanjut Susilo. Sekitar 80 persen kasus ditemukan pada balita. Kasus sindrom kawasald terjadi banyak pada musim dingin atau musim semi di beberapa negara. Jepang merupakan negara yang paling banyak ditemukan kasus ini. Puncaknya terjadi pada tahun 1984 - 1985. KLB dilaporkan pemah terjadi pada beberapa negara bagian di Amerika Serikat. Penyakit ini telah tersebar diseluruh dunia. Namun cara penularan belum diketahui dan belum ada bukti terjadi penularan dari orang ke orang. Bahkan masa inkubasi dan masa penularan virus kawasaki belum diketahui.
Memang untuk mendiagnosis penderita terserang virus Kawasaki bukanlah perkara mudah, ujar Susilo. Diagnosis baru dapat dilakukan bila terjadi demam yang turun naik dengan suhu tubuh 39 derajat celcius selarna lebih dari 5 hari. Dan, demam tersebut tidak memberikan respon terhadap asetaminofen maupun ibuprofen dalam dosis normal. Gejala lain yang perlu diperhatikan terjadi kerewelan pada anak dan tampak mengantuk. Kadang anak merasakan nyeri dan kram di perut.
Selain itu terjadi pula ruam kulit di batang tubuh dan di sekeliling daerah yang tertutup popok. Atau dapat pula ruam terjadi di bagian selaput lendir, lapisan inulut clan vagina misalnya. Anak yang terserang penyakit Kawasaki menunjukkan pula gejala seperti bibir merah, kering dan pecah-pecah, lidah merah seperti stroberi, dan tenggorokan merah.
Dalam beberapa minggu, ada tiga fase perkembangan dari penderita virus kawasaki, yakni fase demam akut berlangsung kira kira 10 hari yang ditandai dengan demam tinggi, kelainan kulit yang muncul secara cepat dan mendadak sebagai akibat dari penyakit, pembengkakan kelenjar, kulit merah karena terjadi pelebaran pembuluh darah. Setelah fase akut, terjadi fase subakut yang berlabgsung kira-kira dua minggu ditandai dengan demam, trombositosis, pengelupasan sisik-sisik lapisan tanduk epidermis (desquamasi), dan mulai menurunnya demam. Sedangkan fase berikutnya adalah fase konvalesen yang panjang ditandai dengan menghilangnya gejala klinis.
Komplikasi Jantung
Sebenarnya, jika gejala awal cepat diketahui maka penanganan penyakit akan cepat dilakukan. Yang justru dikhawatirkan dengan penyakit kawasaki ini jika terjadi komplikasi.
Sebab, sekitar 5-20 persen penderita mengalami komplikasi jantung, yang biasanya timbal pada minggu ke 2-4. Jika tidak terjadi komplikasi jantung, biasanya akan terjadi pemulihan sempurna. Sekitar 1-2% penderita meninggal, biasanya akibat komplikasi jantung; 50% diantaranya meninggal pada bulan pertama, 75% meninggal pada bulan kedua, 95 % meninggal pada bulan keenam. Tetapi kematian bisa terjadi 10 tahun kemudian dan kadang secara tiba-tiba.
Komplikasi bisa berupa peradangan adangan arteri koroner yakni arteri yang membawa darah ke jantung, pelebaran bagian dari arteri koroner (aneurisma), peradangan kantung jantung (perikarditis), peradangan otot jantung (Miokarditis akut, gagal jantung, dan kematian otot jantung (infark miokard). Penyakit sindrom kawasaki selain komplikasi dengan jantung, dapat pula terjadi komplikasi lainnya, seperti ruam yang tidak biasa, nyeri atau peradangan sendi (terutama sendi-sendi yang kecil), peradangan non-infeksius pada selaput otak (meningitis aseptik), peradangan kandung empedu, dan diare.
Pengobatan yang Tepat
Karena sindrom kawasaki tidak diketahui penyebabnya secara pasti, jadi tidak ada cara untuk pencegahan. Yang terpenting untuk Anda adalah segera menghubungi dokter bila anak Anda terserang demam tinggi. Demam tersebut apakah dengan gejala atau tanpa gejala dari sindrom kawasaki. Dengan pemeriksaan segera dokter dapat mengetahui segera sebab-sebab dari demam.
Dan, bila buah hati Anda dinyatakan terserang virus kawasaki, maka pihak medis akan segera memberikan pengobatan. Pengobatan dini secara berarti dapat mengurangi resiko terjadinya kerusakan pada arteri koroner dan mempercepat pemulihan demam, ruam dan rasa tidak nyaman. Selama 14 hari diberikan immunoglobulin dosis tinggi melalui infus dan aspirin dosis tinggi melalui mulut. Setelah demam turun, biasanya aspirin dalam dosis yang lebih rendah diberikan selama beberapa bulan untuk mengurangi risiko kerusakan arteri koroner dan pembentukan bekuan darah.
Pemeriksaan EKG akan dilakukan beberapa kali untuk mendeteksi adanya komlikasi jantung. Aneurisma yang besar diobati dengan aspirin dan obat anti pembekuan (misalnya warfarin). Aneurisma yang kecil cukup diatasi dengan aspirin. Jika anak menderita influenza atau cacar air, untuk mengurangi resiko terjadinya sindroma Reye, sebaiknya untuk sementara waktu diberikan dipiridamol, bukan aspirin.
Waspadai Gejala Berikut
• Demam yang turun-naik, tetapi biasanya diatas 39° Celsius, sifatnya menetap (lebih dari 5 hari) dan tidak memberikan respon terhadap asetaminofen maupun ibuprofen dalam dosis normal
• Rewel, tampak mengantuk
• Kadang timbul nyeri kram perut
• Ruam kulit di batang tubuh dan di sekeliling daerah yang tertutup popok
• Ruam pada selaput lendir (misalnya lapisan mulut dan vagina)
• Tenggorokan tampak merah
• Bibir merah, kering dan pecah-pecah
• Lidah tampak merah (strawberry-red tongue),
• Kedua mata menjadi merah, tanpa disertai keluarnya kotoran.
• Telapak tangan dan telapak kaki tampak merah, tangan dan
kaki membengkak
• Kulit pada jari tangan dan jari kaki mengelupas (pada hari ke
10-20)
• Pembengkakan kelenjar getah bening leher
• Nyeri persendian (atralgia) dan pembengkakan, seringkali simetris (pada sisi tubuh kiri dan kanan).
Pemeriksaan Medis
Ada beberapa pemeriksaan yang biasa dilakukan untuk penderita sindrom kawasaki, yakni:
• EKG. yang bisa menunjukkan tandatanda dari miokarditis, perikarditis, artritis, meningitis aseptik atau vaskulitis koroner,
• Hitung darah lengkap, yang menunjukkan peningkatan jumlah sel darah, putih dan anemia (berkurangnya jumlah sel darah merah); pemeriksaan darah berikutnya menunjukkan peningkatan jumlah trombosit,
• Rontgen dada,
• Analisa air kemih yang bisa menunjukkan adanya nanah atau protein dalam air kemih.
Penanganan Penderita
• Bila ada kasus dilaporkan ke instansi kesehatan dengan segera.
• Isolasi tidak dilakukan.
• Tidak diperlukan desinfeksi serentak.
• Tidak perlu karantina.
• Imunisasi dengan kontak tidak dilakukan.
• Investigasi dilakukan jika terjadi KLB untuk mengetahui etiologi dan faktor risiko.
Categories
Kesehatan
Kawasaki virus
Guys apa lo tau tentang penyakit 'kawasaki virus' ?
jadi begini, malem ini saat gua jaga di klinik ada pasien yang divonis terkena kawasaki virus oleh dokter dari suatu RS. Dia diminta uang tunai sebesar 50 juta untuk membeli obatnya terus periksa EKG dan jantung. Tetapi hasil EKG, test darah, lab dll itu normal.
Dan kemudian si pasien dateng ke klinik gua dan diperiksa oleh dokter dari klinik gua.
Setelah diperiksa oleh dokter dari klinik gua, menurut sang dokter ini cuma gejala alergi.
Setelah itu gua pun mulai tertarik, pengen tau, apa sih kawasaki virus itu?
Dan ini dia hasilnya yang gua temukan dari mbaaah gooogle ..
Apa itu Kawasaki Disease?
Definisi:
Sindroma ini pertama kali diketahui pada akhir tahun 1960 di Jepang oleh dokter anak Tomisaku Kawasaki. Nama lain sindroma ini Mucocutaneous lymphnode sindrome. Disebut
demikian karena penyakit ini menyebabkan perubahan yang khas pada
membran mukosa bibir dan mulut disertai pembengkakan kelenjar limfe yang
nyeri.
Angka kejadian Kawasaki disease di USA
adalah 19 anak tiap 100.000 anak. Penyakit ini paling banyak di Jepang,
kemudian Korea. Tetapi dapat juga menyerang seluruh etnik.
Yang ditakutkan pada penyakit ini adalah efek sampingnya ke Jantung, namun jika terdiagnosis dan ditherapi dengan cepat, kemungkinan kerusakan jantung sangat2 kecil.
Penyebab
pasti penyakit ini sampai sekarang tidak diketahui. hasil penelitian
Prof. Anne H Rovley dkk, menunjukkan adanya antibody Immunoglobulin A (IgA) yang berikatan dengan struktur spheroid pada bronkhus penderita kawasaki. Antibody ini merupakan inclusion bodies berisi protein dan asam nukleat yang merupakan ciri khas infeksi disebabkan virus. Dari hasil temuan ini mereka menduga penyebab kawasaki disease adalah infeksi virus yang masuk melalui jalur pernapasan. Namun sampai sekarang tidak ada seorangpun yang dapat membuktikannya.
Gejala dan tanda Kawasaki disease terdiri dari dua fase. Fase pertama
(awal) ditandai dengan demam yang tinggi, berkisar 39-41 derajat
celcius, berlangsung lebih dari 5 hari, kemudian diikuti dengan :
pembengkakan kelenjar limfe bawah leher yang nyeri, kedua mata merah
tanpa sekret, rash pada dada, perut dan daerah genital, bibir yang
kering, merah terang dan pecah-pecah, lidah yang merah dengan permukaan
mengkilap seperti buah stroberry, iritasi pada tengggorok, pembengkakan
kaki dan tangan.
Fase kedua
(akhir) biasanya dimulai 2 minggu sejak timbulnya panas. Kulit kaki dan
tangan mulai mengelupas, nyeri pada sendi, diare, muntah dan
kadang-kadang nyeri abdomen (perut).
Diagnosis:
Tidak ada pemeriksaan khusus yang dapat dijadikan patokan diagnosis pasti kawasaki disease.
Diagnosis hanya berdasarkan gejala dan tanda kawasaki, yaitu demam
tinggi yang lebih dari 5 hari disertai minimal 4 gejala kawasaki yang
lain. Jika ada ini maka diagnosis kawasaki disease sudah dapat ditegakkan.
Diagnosis
dini yang cepat dan segera dilakukan pengobatan merupakan hal yang
sangat penting bagi penderita kawasaki. Sebab dengan pengobatan yang
cepat dan tepat, terutama pada 10 hari pertama setelah timbulnya panas,
risiko timbulnya komplikasi ke jantung sangat kecil atau bahkan tidak
ada.
Penderita kawasaki
biasanya ditherapi dengan Gamma Globulin dosis tinggi yang diberikan
secara intravena (Intravenous Gamma Globulin - IVIG). Pemberian IVIG ini
untuk mengurangi risiko kelainan jantung. Namun hanya berfungsi jika
diberikan dalam waktu 10 hari pertama sejak timbulnya demam, jika
terlambat maka pemberian IVIG ini sia-sia. Beberapa kasus menunjukkan
tidak respon dengan IVIG, maka therapi dapat dikombinasi dengan preparat
steroid. Untuk kasus relaps (kambuh) juga biasanya dikombinasi dengan steroid.
Selain
IVIG, Aspirin juga diberikan untuk mengurangi demam, rash, nyeri dan
peradangan sendi serta untuk mencegah pembentukan bekuan2 darah.
Pemberian aspirin ini minimal 1 bulan.
Prognosis penyakit kawasaki adalah baik jika diagnosis dini dan therapi tepat segera
diberikan. Kemungkinan mendapat kelainan jantung sangat kecil bahkan
tidak ada. Kasus relaps yaitu jika demam muncul lagi disertai 1 gejala
yang lain dalam periode 1 bulan sejak demam pertama adalah <1%.
style="font-weight: bold;">Komplikasi:
Komplikasi yang ditakutkan adalah kelainan jantung, antara lain : dapat menyebabkan peradangan pembuluh darah (vasculitis) yang akhirnya menyebabkan kelainan pada artery coronary. Artery coronary
merupakan pembuluh darah besar yang sangat penting untuk mensuplai
darah dari jantung ke seluruh tubuh. Pada penderita kawasaki, arteri ini
menjadi menipis dan menggelembung, sehingga aliran darah menjadi tidak
lancar, lambat dan berputar pada daerah yang rusak ini. Darah juga bisa
menggupal sehingga terbentuk bekuan2 darah yang dapat menjadi sumbatan
sehingga terjadi serangan jantung.
Komplikasi yang lain terjadi juga peradangan pada otot jantung (myocarditis), selaput pembungkus jantung (pericarditis) . arrhytmias (kelainan irama jantung) dan abnormalitas fungsi katup jantung juga dapat terjadi.
Dulu sebelum kawasaki disease
diidentifikasi, sehingga therapi dini tidak dilakukan, banyak kasus
kawasaki yang mengalami mati mendadak karena serangan jantung. Namun
setelah diagnosis diketahui dan therapi dini dilakukan, kasus serangan
jantung sangat kecil.
Jadi diagnosis dan therapi dini memegang peranan yang sangat penting. Karena itu sangat penting mengetahui gejala dan tanda kawasaki sehingga pengobatan dini dapat dilakukan.
Berikut beberapa foto yang saya kumpulkan yang menunjukkan gejala yang terjadi pada penderita Kawasaki Disease.


jadi begini, malem ini saat gua jaga di klinik ada pasien yang divonis terkena kawasaki virus oleh dokter dari suatu RS. Dia diminta uang tunai sebesar 50 juta untuk membeli obatnya terus periksa EKG dan jantung. Tetapi hasil EKG, test darah, lab dll itu normal.
Dan kemudian si pasien dateng ke klinik gua dan diperiksa oleh dokter dari klinik gua.
Setelah diperiksa oleh dokter dari klinik gua, menurut sang dokter ini cuma gejala alergi.
Setelah itu gua pun mulai tertarik, pengen tau, apa sih kawasaki virus itu?
Dan ini dia hasilnya yang gua temukan dari mbaaah gooogle ..
Posted by Author
0
comments
Apa itu Kawasaki Disease?Definisi:
Kawasaki Disease (KD) adalah suatu sindroma yang penyebab pastinya tidak diketahui, terutama menyerang anak dibawah 5 tahun, menyebabkan demam, konjungtivitis (kedua mata merah) tanpa sekret, kemerahan pada bibir dan membran mukosa mulut, pembesaran kelenjar limfe bawah leher (lymphadenopathy) serta timbul bintik2 merah terang (maculoerythematous) pada kulit perut, punggung kaki
dan tangan yang dapat menjadi berat dengan timbulnya pembengkakan pada
kaki dan tangan dan diakhiri dengan mengelupasnya kulit sekitar kuku
kaki dan tangan.
Etiologi:
Gejala dan Tanda:
Therapi:
Prognosis:
Berikut beberapa foto yang saya kumpulkan yang menunjukkan gejala yang terjadi pada penderita Kawasaki Disease.



Categories
Kesehatan
Langganan:
Postingan (Atom)
